Ma’aruf Amin Cawapres Jokowi 2019

Belakangan ini Ma’aruf Amin menjadi sorotan karena menjadi cawapres Jokowi di pemilihan presiden Tahun 2019. Presiden Jokowi memutuskan untuk menunjuk Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini untuk mendampinginya dalam Pemilihan Presiden 2019 tahun depan. Pak Jokowi mengumumkannya di acara konferensi pers di sebuah restoran yang berada di Menteng.

Ma’aruf Amin dan Jokowi Pasangan Yang Cocok Dan Saling Melengkapi

Beberapa saat yang lalu, nama MA memang kurang begitu santer terdengar bahkan jauh lebih menggema nama Mahfud MD. Namun setelah didapuk menjadi pasangan cawapres Jokowi, Ma’aruf Amin menjadi sering disebutkan dalam berbagai berita yang berkaitan dengan kenegaraan maupun Pilpres 2019.

Menurut Presiden Jokowi bahwasanya beliau dan Ma’aruf Amin adalah pasangan yang saling melengkapi. Yang artinya bahwa gabungan keduanya mampu membuat Indonesia menjadi karakter yang mempunyai nasionalis religius. Diketahui jika MA merupakan Ketua Umum dari MUI jadi tidak perlu menjadi pertanyaan mengenai tingkat kereligiusannya bagaimana.

Bagaimana Pendapat Pengamat Politik Atas Pemilihan Ma’aruf Amin Sebagai Calon Wakil Presiden?

Melihat latar belakang dari MA sebagai Ketua Umum MUI itu menandakan bahwasanya beliau berada di lingkup kereligiusan dalam tingkat yang lebih. NU membesarkan namanya dan Islam melekat pada sosok tersebut. Sehingga pasangan Jokowi – MA nantinya akan membawa jiwa – jiwa yang mempunyai nasionalisme tinggi namun tidak lepas dari tuntutan agama yang dinaungi oleh Ketua Umum MUI.

Pengamat politik berkata mungkin MA sedikit agak ke kanan dan bersimpati atas gerakan yang terjadi di tanggal 21 Februari atau gerakan 212. Dan cenderung ke arah kanan dari pada moderat. Namun hal tersebut merupakan tanggapan dari pengamat politik saja, untuk sebenarnya MA adalah sosok yang open minded.

Namun jangan disalah artikan bahwasanya Ma’aruf Amin cawapres Jokowi 2019 ini akan mendominasi keagamaan ke arah fanatisme. Sebab, meskipun dibawah naungan NU beliau tetaplah orang dengan pikiran terbuka. Yang melihat sesuatunya dari dua arah dari segi nasionalis dan juga religius agar tidak salah langkah dalam setiap pengambilan keputusan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *